Mohon Tunggu Sebentar
Desa Wisata Selorejo — Kec. Dau, Kab. Malang
SEKILAS INFO: KKN UNS 178 Melakukan Pendataan 105 UMKM Desa Selorejo, Kini 91 Usaha Muncul di Google Maps (Kemitraan multi-stakeholder, pemasaran digital)   ·   Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Spray Anti Nyamuk Alami di Desa Selorejo   ·   Tingkatkan Literasi Keuangan dan Finansial Pemuda, Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Emas Digital Digelar di Karang Taruna Dusun Selokerto   ·   Tak Sekadar Manis, Mahasiswa KKN UNS Dorong Jeruk Selorejo Tampil Lebih Bernilai   ·   Edukasi Teknik Pembalutan sebagai Penanganan Awal saat Terjadi Cedera   ·   Pengembangan Website Desa Wisata Petik Jeruk Selorejo sebagai Media Promosi Digital Berkelanjutan dan Pelayanan Publik Desa   ·   Mahasiswa KKN Tematik 178 UNS Gelar Edukasi Energi Terbarukan di SDN 2 Selorejo, Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini   ·   Pengenalan dan Praktik Permainan Olahraga Tradisional sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Fisik Siswa di SD N 2 Selorejo   ·   Sosialisasi dan Pembuatan Komposter Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga   ·   Mahasiswa KKN UNS Tim 178 Lakukan Pemetaan Destinasi Wisata dan Persebaran UMKM Desa Selorejo   ·   Peringati 1 Suro, Warga Desa Selorejo Gelar Tradisi Bersih Desa dengan Kirab Gunungan Jeruk dan Opak   ·  

Sejarah Desa

Menelusuri jejak peradaban dan perkembangan Desa Selorejo dari masa ke masa.

Pemandangan Desa Selorejo
Dokumentasi Desa Selorejo
Desa Selorejo yang dikenal saat ini awalnya memiliki akar sejarah yang kuat dengan nama "Watugedhe". Nama ini merujuk pada keberadaan dua batu raksasa tak lazim yang dipercaya memiliki daya mistis (hingga kini batu tersebut masih berada di lokasi aslinya). Perjalanan desa ini dimulai sekitar pertengahan abad ke-18 pasca Perang Diponegoro. Para pionir, yakni Mbah H. Turejo dan Mbah Sayang, bersama rombongan pelarian dari Mataram Islam yang melawan kolonial Belanda, melakukan "Babat Alas" atau pembukaan lahan di tengah hutan lebat lereng gunung sebagai hunian baru. Seiring waktu, nama Watugedhe bertransformasi menjadi Selorejo, yang diambil dari kombinasi kata "Selo" (batu) dan "Rejo" (diambil dari nama Mbah H. Turejo), melambangkan wilayah berbatu yang dibangun dan dimakmurkan oleh sang pendiri. Sebelum dikenal sebagai penghasil jeruk, wilayah Selorejo merupakan lahan subur yang didominasi oleh tanaman sayur-mayur. Transformasi besar terjadi pada awal dekade 1990-an ketika muncul inisiatif dari dua tokoh masyarakat visioner, Abah Sulaiman dan Abah Dulawi. Mereka mulai merintis penanaman bibit jeruk keprok setelah melihat potensi topografi desa yang berada di ketinggian 650-1000 mdpl dengan suhu udara sejuk yang sangat ideal bagi pertumbuhan jeruk. Memasuki era modern, potensi agrikultur ini dikembangkan lebih jauh menjadi sektor pariwisata yang terintegrasi. Pada tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Malang secara resmi mencanangkan Selorejo sebagai "Desa Wisata Jeruk". Kini, Selorejo telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang mandiri dan berkelanjutan.
Jejak Waktu Sejarah

Lini Masa Perkembangan