Tak Sekadar Manis, Mahasiswa KKN UNS Dorong Jeruk Selorejo Tampil Lebih Bernilai
Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 178 melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani di Dusun Krajan, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai jual produk jeruk lokal. Kegiatan ini mengangkat tema standarisasi penanganan produk jeruk guna menambah nilai jual dan dilaksanakan selama periode KKN pada Juli–Agustus 2026.
Desa Selorejo memiliki potensi pertanian berupa komoditas jeruk yang menjadi salah satu produk unggulan desa. Namun, potensi tersebut tidak hanya perlu didukung dari sisi hasil produksi, tetapi juga melalui penanganan, penyajian, dan pemasaran produk yang lebih baik. Dalam praktik penjualan, masih ditemukan perbedaan ukuran dan warna buah dalam satu kemasan serta buah dengan kondisi fisik yang kurang baik. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kepuasan konsumen, kualitas buah selama pengiriman, serta nilai jual produk. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi kepada kelompok tani Dusun Krajan mengenai pemilahan atau sortasi buah, penerapan kebersihan dalam penanganan produk, pengemasan, pelabelan, hingga pembuatan leaflet sebagai media informasi dan promosi. Kegiatan ini merupakan penyesuaian dari rencana program kerja awal agar dapat lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Kenalkan Sortasi untuk Menjaga Keseragaman Buah
Salah satu materi utama yang diberikan adalah penerapan sortasi atau pemilahan buah jeruk. Kelompok tani diberikan pemahaman mengenai pemilahan berdasarkan ukuran, warna, tingkat kematangan, dan kondisi fisik buah. Jeruk dengan karakteristik yang berbeda diperkenalkan untuk dipisahkan sesuai dengan tujuan pemasaran. Hal ini penting karena kebutuhan produk untuk oleh-oleh, supermarket, maupun penjualan secara online dapat memiliki karakteristik tampilan yang berbeda. Melalui sortasi, produk diharapkan menjadi lebih seragam dan menarik ketika sampai kepada konsumen. Selain itu, pemisahan buah yang memiliki kondisi kurang baik, seperti memar atau kerusakan pada kulit, dapat membantu menjaga kualitas buah yang dipasarkan.
Kebersihan dan Kemasan Jadi Perhatian
Selain sortasi, mahasiswa juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam proses penanganan jeruk setelah panen. Kelompok tani diajak untuk memperhatikan kebersihan buah, alat atau media yang digunakan, serta kondisi tempat penyimpanan dan pengemasan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi contoh kemasan menggunakan kardus. Kemasan diperkenalkan tidak hanya sebagai wadah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus meningkatkan daya tarik produk. Kardus yang digunakan perlu bersih, cukup kuat, memiliki ukuran yang sesuai dengan jumlah buah, serta dapat dilengkapi dengan sekat agar buah tidak mudah saling berbenturan selama proses pengangkutan. Dengan demikian, kemasan dapat membantu menjaga bentuk dan kondisi jeruk, terutama ketika produk dibawa sebagai oleh-oleh maupun dikirim kepada konsumen di luar wilayah desa.
Bangun Identitas Produk melalui Label dan Leaflet
Untuk mendukung aspek branding, mahasiswa juga memperkenalkan penggunaan label atau stiker sebagai identitas produk. Label dapat memuat nama usaha atau produk, logo, asal produk, serta kontak atau media sosial yang dapat digunakan konsumen untuk melakukan pemesanan. Adanya label diharapkan membuat produk jeruk lebih mudah dikenali oleh konsumen sekaligus menjadi sarana promosi. Konsumen yang telah membeli dan merasa puas juga akan lebih mudah mengingat identitas penjual sehingga berpotensi melakukan pembelian kembali. Selain label, mahasiswa membuat leaflet produk jeruk yang berisi informasi mengenai berbagai jenis jeruk yang tersedia, profil singkat produk, serta informasi kontak pemesanan seperti WhatsApp dan media sosial. Leaflet tersebut dapat diberikan secara langsung kepada pembeli, disertakan dalam kardus pengiriman, maupun diberikan pada pesanan dalam jumlah besar.
Dari Kualitas hingga Pemasaran
Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan beberapa luaran berupa contoh penerapan sortasi, demonstrasi kemasan, contoh label produk, dan leaflet sebagai media informasi serta promosi. Kegiatan juga memberikan pemahaman kepada kelompok tani bahwa peningkatan nilai jual jeruk tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada bagaimana produk dipilah, ditangani, dikemas, diberi identitas, dan diperkenalkan kepada konsumen.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berharap pengetahuan dan contoh yang telah diberikan dapat diterapkan secara sederhana sesuai dengan kondisi kegiatan penjualan kelompok tani sehari-hari. Dengan penerapan standardisasi penanganan dan penyajian produk, jeruk Selorejo diharapkan memiliki kualitas yang lebih terjaga, tampilan yang lebih menarik, serta nilai tambah yang lebih baik di mata konsumen. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi lokal Desa Selorejo, dengan memanfaatkan pendekatan sederhana yang dapat diterapkan oleh kelompok tani secara berkelanjutan.