Sosialisasi dan Pembuatan Komposter Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 178 di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menyelenggarakan program kerja "Sosialisasi dan Pembuatan Komposter Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga". Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dibuang bercampur bersama sampah anorganik. Padahal, limbah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai guna bagi kesuburan tanah serta mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Kegiatan berlangsung di Pendopo Balai Desa Selorejo yang dihadiri oleh Kelompok Tani Dusun Krajan serta didampingi oleh perangkat desa setempat. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memaparkan materi mengenai jenis-jenis limbah organik rumah tangga, manfaat pengomposan, serta dampak positifnya terhadap lingkungan. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan komposter sederhana menggunakan galon bekas. Warga diajak mempraktikkan proses pencampuran bahan seperti mencacah sampah organik, penambahan bioaktivator (larutan EM4 atau MOL), hingga cara perawatan komposter agar dekomposisi berjalan optimal. Anggota kelompok tani juga dibagikan spray bioaktivator, dan 3 unit komposter sederhana yang dibuat mahasiswa diserahkan langsung untuk ditempatkan di Green House Selorejo.
Keberhasilan program kerja ini terlihat dari tingginya antusiasme warga yang hadir dan berperan aktif dalam sesi praktik. Hasilnya, terbentuk sejumlah unit komposter yang berfungsi baik dan menunjukkan proses dekomposisi yang sesuai standar. Terjadi pula peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik dari rumah tangga yang tampak dari diskusi interaktif pasca-kegiatan. Indikator keberhasilan lain yang sangat bernilai adalah munculnya komitmen nyata dari warga dan perangkat desa untuk melanjutkan praktik pengomposan secara mandiri pasca-KKN, menjadikan program ini sebuah kebiasaan berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang.
Program kerja ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik cair/padat yang mampu menekan biaya produksi pertanian warga, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi kolaboratif antara mahasiswa KKN UNS, pemerintah Desa Selorejo, kelompok tani, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya mengelola limbah organik dari sumbernya dapat terus berkembang, sehingga menciptakan lingkungan desa yang bersih, tanah yang subur, serta masyarakat Desa Selorejo yang mandiri dan berkelanjutan.