Peringati 1 Suro, Warga Desa Selorejo Gelar Tradisi Bersih Desa dengan Kirab Gunungan Jeruk dan Opak
Masyarakat Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menggelar Tradisi Bersih Desa pada Senin (29/6/2026) yang bertepatan dengan momen 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan adat tahunan ini berlangsung khidmat dan meriah dengan ditandai kirab 14 gunungan opak serta 6 gunungan jeruk yang diarak dari kawasan bersejarah Watugede menuju Balai Desa. Prosesi ini dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur mendalam warga atas limpahan hasil panen perkebunan sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat desa.
Prosesi kirab dimulai sejak pagi hari berlatar pemandangan perbukitan yang asri. Ratusan warga mengenakan busana adat Jawa berbaris rapi mengiringi jajaran gunungan dengan alunan gamelan tradisional yang menambah suasana kebudayaan. Gunungan jeruk yang tersusun dari sekitar 1.600 buah jeruk varietas Baby Java tampak mencolok dan estetik di antara deretan gunungan opak, yaitu makanan olahan tradisional kerupuk opak khas Desa Selorejo yang menjadi simbol kuliner kemasyarakatan setempat.
Tradisi Bersih Desa telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Watugedhe pada abad ke-18 yang dipelopori oleh Mbah H. Turejo. Ketua Panitia Pelaksana, Imam Mustofa, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfungsi penting untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya merawat alam lingkungan. Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Selorejo, Retno Mustia, yang menegaskan bahwa gunungan jeruk merupakan cerminan identitas desa yang lahir dari ketekunan dan kerja keras para petani lokal.
Kepala Dusun Selokerto, Bapak Soni Mononutu, menekankan pentingnya regenerasi budaya agar generasi muda tetap mengenal tradisi ini secara utuh. Sesampainya di Balai Desa, seluruh gunungan didoakan bersama oleh tokoh agama, perangkat desa, dan warga tanpa membedakan status sosial. Setelah doa selesai dipanjatkan, warga secara antusias berebut hasil bumi pada gunungan, yang menurut kepercayaan lokal diyakini mendatangkan keberkahan dan ketenteraman bagi kehidupan warga sehari-hari.
Persiapan acara ini melibatkan gotong royong warga dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Gumuk, dan Dusun Selokerto bersama kelompok Karang Taruna. Secara filosofis, gunungan opak melambangkan harapan "opo-opo nyepak" (setiap doa memperoleh jalan), sedangkan gunungan jeruk menegaskan posisi Selorejo sebagai sentra agrowisata unggulan di Kabupaten Malang. Liputan tradisi ini disusun oleh Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 178 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Periode II (Juli-Agustus 2026) sebagai bentuk apresiasi dan pengabdian dalam mengabadikan kearifan lokal Desa Selorejo.