Mohon Tunggu Sebentar
Desa Wisata Selorejo — Kec. Dau, Kab. Malang
SEKILAS INFO: KKN UNS 178 Melakukan Pendataan 105 UMKM Desa Selorejo, Kini 91 Usaha Muncul di Google Maps (Kemitraan multi-stakeholder, pemasaran digital)   ·   Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Spray Anti Nyamuk Alami di Desa Selorejo   ·   Tingkatkan Literasi Keuangan dan Finansial Pemuda, Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Emas Digital Digelar di Karang Taruna Dusun Selokerto   ·   Tak Sekadar Manis, Mahasiswa KKN UNS Dorong Jeruk Selorejo Tampil Lebih Bernilai   ·   Edukasi Teknik Pembalutan sebagai Penanganan Awal saat Terjadi Cedera   ·   Pengembangan Website Desa Wisata Petik Jeruk Selorejo sebagai Media Promosi Digital Berkelanjutan dan Pelayanan Publik Desa   ·   Mahasiswa KKN Tematik 178 UNS Gelar Edukasi Energi Terbarukan di SDN 2 Selorejo, Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini   ·   Pengenalan dan Praktik Permainan Olahraga Tradisional sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Fisik Siswa di SD N 2 Selorejo   ·   Sosialisasi dan Pembuatan Komposter Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga   ·   Mahasiswa KKN UNS Tim 178 Lakukan Pemetaan Destinasi Wisata dan Persebaran UMKM Desa Selorejo   ·   Peringati 1 Suro, Warga Desa Selorejo Gelar Tradisi Bersih Desa dengan Kirab Gunungan Jeruk dan Opak   ·  

Pengembangan Website Desa Wisata Petik Jeruk Selorejo sebagai Media Promosi Digital Berkelanjutan dan Pelayanan Publik Desa

Kegiatan Desa 03 Agustus 2026 Operator Desa 54x dibaca
Thumb 1
Thumb 2
Thumb 3

Kelompok KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 178 berkolaborasi dengan Perangkat Desa Selorejo merancang dan meluncurkan program kerja utama berupa pengembangan website resmi Desa Wisata Petik Jeruk Selorejo di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi sistem promosi wisata petik jeruk dan komoditas perkebunan tebu yang selama ini masih bersifat konvensional mulut ke mulut menjadi promosi digital berbasis teknologi yang berkelanjutan. Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Digital), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Pengembangan website dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan nyata desa (participatory needs-based approach) yang menghasilkan 12 modul utama yang terintegrasi secara utuh. Modul-modul tersebut meliputi beranda interaktif dengan data statistik penduduk, profil dan sejarah desa, struktur pemerintahan dan repositori produk hukum, direktori wisata petik jeruk beserta UMKM lokal, katalog produk unggulan desa lengkap dengan sistem transaksi checkout, publikasi transparansi anggaran APBDes, statistik kependudukan visual, portal berita dan pengumuman, galeri dokumentasi foto, formulir kontak peta Google Maps, serta Sistem Layanan Administrasi Desa online untuk pengajuan KTP, KK, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian secara digital.

Guna menjamin kemandirian dan keberlanjutan pascaprogram KKN, kegiatan ini dilengkapi dengan workshop hands-on training pengelolaan website bagi operator desa yang terdiri dari perangkat desa dan Karang Taruna, disertai penyerahan modul panduan tertulis berbahasa sederhana. Hasil uji coba bersama perangkat desa menunjukkan bahwa seluruh sistem layanan publik dan portal wisata berjalan optimal dan responsif di berbagai perangkat. Selain itu, evaluasi pra dan pascaworkshop mencatat peningkatan rata-rata skor kompetensi digital operator desa sebesar 65%, yang mengonfirmasi keberhasilan transfer ilmu dan kesiapan SDM desa dalam mengelola sistem secara independen.

Pelaksanaan program ini memperoleh dukungan penuh dari berbagai pihak, di mana Kepala Desa Selorejo Bambang Soponyono beserta jajaran perangkat desa memfasilitasi kebutuhan data, ruang pelatihan, dan akses internet, sementara pemuda Karang Taruna menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengelola sistem. Kelompok tani dan pelaku agrowisata lokal turut berpartisipasi aktif dalam menyediakan data komoditas jeruk dan UMKM yang akurat. Dukungan positif juga datang dari Pemerintah Kecamatan Dau yang mengapresiasi inovasi digitalisasi ini dan merencanakan website Desa Selorejo sebagai model percontohan pengembangan desa wisata digital bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Dau.

Sebagai tindak lanjut strategis, pemerintah Desa Selorejo dan operator terpilih telah menetapkan jadwal pembaruan konten secara berkala, mengintegrasikan website dengan media sosial resmi desa dalam satu ekosistem digital, serta bersiap mendaftarkan Desa Wisata Selorejo ke platform pariwisata nasional seperti Wonderful Indonesia. Dengan hadirnya website resmi ini, Desa Selorejo diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi agrowisata petik jeruknya secara nasional maupun internasional, meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian UMKM warga, dan mengukuhkan identitasnya sebagai desa agrowisata yang modern, informatif, dan berdaya saing tinggi.

Apakah tulisan ini bermanfaat?
Terima kasih atas tanggapan Anda!