Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Spray Anti Nyamuk Alami di Desa Selorejo
Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan jeruk dengan hasil panen yang melimpah dan menjadi komoditas unggulan masyarakat. Tingginya produksi jeruk turut menghasilkan limbah jeruk dalam jumlah yang cukup banyak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut umumnya hanya dibuang sebagai sampah organik sehingga belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Padahal, kulit jeruk mengandung minyak atsiri, khususnya senyawa limonene, yang memiliki aroma khas dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami pengusir nyamuk. Potensi tersebut kemudian dikembangkan oleh mahasiswa KKN UNS menjadi produk spray anti nyamuk alami yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Sebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret periode 2026 melaksanakan program kerja “Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Spray Anti Nyamuk Alami” di Desa Selorejo. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu Dusun Selokerto sebagai peserta utama dan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif serta partisipatif. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi mengenai kandungan dan manfaat kulit jeruk, penjelasan mengenai potensinya sebagai bahan alami pengusir nyamuk, serta demonstrasi proses pembuatan spray. Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan spray menggunakan bahan yang telah disiapkan. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan produk.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan spray anti nyamuk alami. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah limbah kulit jeruk menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah. Peserta juga didorong untuk melihat limbah kulit jeruk tidak hanya sebagai sampah, tetapi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali dengan cara sederhana. Dengan adanya keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pembuatan spray secara mandiri dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan produk berbasis potensi lokal Desa Selorejo. Program kerja ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah. Pengolahan limbah kulit jeruk menjadi spray anti nyamuk alami dapat membuka peluang pengembangan produk rumah tangga yang berpotensi meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan limbah secara lebih bijak sehingga dapat mengurangi limbah organik yang tidak termanfaatkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Selorejo dapat terus mengembangkan inovasi berbasis potensi jeruk lokal dan menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit jeruk tidak hanya menjadi solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kemandirian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.