KKN UNS 178 Melakukan Pendataan 105 UMKM Desa Selorejo, Kini 91 Usaha Muncul di Google Maps (Kemitraan multi-stakeholder, pemasaran digital)
Desa Selorejo, Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 178 berhasil mendata 105 unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Rabu hingga Kamis, 29–30 Juli 2026. Pendataan dilakukan dari pintu ke pintu di tiga dusun dan dilanjutkan dengan pendampingan pendaftaran titik lokasi usaha di Google Maps, sehingga 91 unit usaha kini dapat ditemukan calon pembeli melalui peta digital.
Kegiatan berlangsung di Dusun Krajan, Dusun Selokerto, dan Dusun Gumuk. Pada setiap kunjungan, mahasiswa mencatat identitas usaha mulai dari nama pemilik, alamat, jenis usaha, nomor kontak, dokumentasi foto, hingga tautan titik lokasi Google Maps. Pembagian wilayah kerja per dusun dan penggunaan formulir yang seragam membuat seluruh desa terjangkau hanya dalam dua hari.
Program disusun atas arahan perangkat Desa Selorejo dan diawali dengan persetujuan izin survei dari perangkat desa. Selain mendata, mahasiswa mendampingi pemilik usaha mendaftarkan lokasi usahanya secara langsung di tempat. Lebih dari 25 unit usaha didaftarkan saat kunjungan berlangsung, sementara usaha yang sudah memiliki titik lokasi diverifikasi dan diperbarui informasi profilnya.
Dari 105 unit usaha yang terdata, sebanyak 91 unit atau 86,7 persen kini memiliki titik lokasi aktif di Google Maps. Sebanyak 5 unit usaha masih menunggu proses tinjauan Google, sedangkan 9 unit usaha belum terdaftar karena pemiliknya belum berkenan. Berdasarkan jenisnya, perdagangan kelontong dan sembako menjadi kelompok terbesar dengan 43 unit, diikuti sektor kuliner 30 unit, serta hortikultura dan agrowisata jeruk 23 unit — menegaskan posisi jeruk sebagai penopang utama ekonomi desa, khususnya di Dusun Gumuk.
Sebagai bekal agar pelaku usaha dapat mengelola akunnya secara mandiri, mahasiswa membagikan leaflet panduan pendaftaran dan penggunaan Google Maps serta WhatsApp Business. Pendaftaran WhatsApp Business masih menghadapi tantangan. Sebagian pelaku usaha menilai ketentuannya rumit, terutama kebutuhan nomor telepon khusus usaha yang terpisah dari nomor pribadi serta proses verifikasi kode OTP.
Seluruh hasil pendataan telah diserahkan kepada perangkat Desa Selorejo. Data tersebut menjadi bahan bagi program pemetaan lokasi UMKM sekaligus mengisi Direktori UMKM Selorejo pada website desa, sehingga informasi usaha, foto, dan tautan lokasi dapat diakses masyarakat luas melalui satu media resmi milik desa.