Mohon Tunggu Sebentar
Desa Wisata Selorejo — Kec. Dau, Kab. Malang
SEKILAS INFO: KKN UNS 178 Melakukan Pendataan 105 UMKM Desa Selorejo, Kini 91 Usaha Muncul di Google Maps (Kemitraan multi-stakeholder, pemasaran digital)   ·   Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Spray Anti Nyamuk Alami di Desa Selorejo   ·   Tingkatkan Literasi Keuangan dan Finansial Pemuda, Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Emas Digital Digelar di Karang Taruna Dusun Selokerto   ·   Tak Sekadar Manis, Mahasiswa KKN UNS Dorong Jeruk Selorejo Tampil Lebih Bernilai   ·   Edukasi Teknik Pembalutan sebagai Penanganan Awal saat Terjadi Cedera   ·   Pengembangan Website Desa Wisata Petik Jeruk Selorejo sebagai Media Promosi Digital Berkelanjutan dan Pelayanan Publik Desa   ·   Mahasiswa KKN Tematik 178 UNS Gelar Edukasi Energi Terbarukan di SDN 2 Selorejo, Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini   ·   Pengenalan dan Praktik Permainan Olahraga Tradisional sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Fisik Siswa di SD N 2 Selorejo   ·   Sosialisasi dan Pembuatan Komposter Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga   ·   Mahasiswa KKN UNS Tim 178 Lakukan Pemetaan Destinasi Wisata dan Persebaran UMKM Desa Selorejo   ·   Peringati 1 Suro, Warga Desa Selorejo Gelar Tradisi Bersih Desa dengan Kirab Gunungan Jeruk dan Opak   ·  

Edukasi Teknik Pembalutan sebagai Penanganan Awal saat Terjadi Cedera

Kegiatan Desa 04 Agustus 2026 Operator Desa 44x dibaca
Thumb 1
Thumb 2
Thumb 3
Thumb 4
Thumb 5
Thumb 6
Thumb 7

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 178 periode 2026 yang berkegiatan di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menggelar program edukasi mengenai teknik pembalutan sebagai bentuk penanganan pertama pada cedera. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Balai Dusun Selokerto, dengan sasaran utama pemuda Karang Taruna setempat. Pemilihan Karang Taruna didasari oleh peran aktif mereka dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan kemasyarakatan di desa, sehingga keterampilan pertolongan pertama sangat krusial dikuasai guna mengantisipasi risiko cedera fisik di lapangan maupun sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pembekalan teori mengenai jenis-jenis cedera umum seperti luka lecet, memar, hingga cedera ringan pada sendi dan otot, serta bagaimana teknik pembalutan yang tepat dapat mencegah perburukan kondisi sebelum penanganan medis profesional dilakukan. Setelah pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pembalutan menggunakan perban, mulai dari metode melilit yang benar, pengaturan tingkat kekencangan perban yang aman, hingga teknik membuat simpul yang kuat namun tetap nyaman bagi korban cedera.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik simulasi di mana anggota Karang Taruna saling mencoba membalut secara bergantian dengan didampingi tim mahasiswa KKN. Melalui metode praktik langsung ini, pengetahuan yang diberikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga benar-benar mengasah keterampilan teknis peserta. Para pemuda Karang Taruna menjadi lebih percaya diri, sigap, dan siap merespons kejadian darurat ringan saat mendampingi kegiatan olahraga, kerja bakti, maupun acara kepemudaan di desa.

Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kapasitas pemuda dalam penanganan pertama cedera, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer keterampilan praktis yang bernilai guna jangka panjang. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UNS berharap pemuda Karang Taruna Dusun Selokerto menjadi garda terdepan yang tanggap dalam memberikan pertolongan pertama, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan awal cedera secara tepat di lingkungan sekitar.

Apakah tulisan ini bermanfaat?
Terima kasih atas tanggapan Anda!